Kalau ngomongin BUMN, apa yang langsung terlintas di pikiran? Mungkin perusahaan besar dengan aset triliunan, layanan publik seperti listrik dan air, atau bahkan kesan "perusahaan tua" yang kaku. Tapi, coba kita geser perspektifnya sebentar. Di balik gedung-gedung pencakar langit, infrastruktur raksasa, dan operasional yang kompleks, ada sesuatu yang lebih mendasar dan justru menjadi penggerak utama. Sesuatu yang seringkali kita lewatkan: core values bumn.
Nilai-nilai inti ini bukan sekadar hiasan dinding di lobi kantor atau baris-baris teks dalam laporan tahunan. Bagi BUMN, core values adalah DNA, fondasi budaya, dan kompas moral yang mengarahkan setiap keputusan strategis hingga interaksi paling sederhana dengan pelanggan. Di tengah tuntutan untuk profitable sekaligus menjalankan misi negara, core values bumn inilah yang menjaga keseimbangan. Mari kita telusuri lebih dalam, kenapa hal ini begitu krusial dan bagaimana wujudnya dalam keseharian.
Bukan Harga Mati: Evolusi Core Values BUMN di Indonesia
Core values BUMN di Indonesia tidak muncul begitu saja. Ia berevolusi seiring dengan perubahan zaman dan tuntutan negara. Dulu, di era awal kemerdekaan, BUMN lebih berfokus pada pembangunan dan penguasaan sektor-sektor strategis. Nilai yang menonjol mungkin lebih ke "pengabdian" dan "kemandirian bangsa".
Seiring Indonesia memasuki era globalisasi dan persaingan pasar bebas, BUMN dituntut untuk tidak hanya hadir, tetapi juga tangguh, kompetitif, dan profesional. Di sinilah konsep core values bumn mulai diformalkan dengan lebih rapi. Pemerintah, melalui Kementerian BUMN, mendorong transformasi budaya korporat. Lahirlah nilai-nilai inti yang lebih komprehensif, dirancang untuk menjawab tantangan bisnis modern sambil tetap memegang teguh jati diri sebagai perusahaan milik negara.
Transformasi besar-besaran di banyak BUMN, seperti Telkom, Pertamina, Bank Mandiri, atau PLN, tidak hanya soal teknologi dan struktur organisasi. Intinya adalah perubahan mindset, dan perubahan mindset itu digerakkan oleh internalisasi core values. Jadi, bisa dibilang, core values adalah "jiwa" dari proses modernisasi BUMN itu sendiri.
Rumus yang Menyatukan: AKHLAK sebagai Core Values Pemersatu
Salah satu terobosan penting adalah diluncurkannya nilai-nilai AKHLAK pada tahun 2019. AKHLAK ini merupakan akronim yang menjadi core values bumn secara nasional, yang diharapkan diadopsi dan diadaptasi oleh semua BUMN. Apa saja isinya?
- Amanah: Memegang teguh kepercayaan yang diberikan.
- Kompeten: Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
- Harmonis: Saling peduli dan menghargai perbedaan.
- Loyal: Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
- Adaptif: Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan.
- Kolaboratif: Membangun kerjasama yang sinergis.
Kehadiran AKHLAK ini seperti memberikan bahasa yang sama bagi seluruh karyawan BUMN dari Sabang sampai Merauke, terlepas dari bidang usahanya. Ini adalah upaya untuk menciptakan budaya korporat yang solid dan berkarakter Indonesia.
Dari Teori ke Lapangan: Core Values BUMN dalam Aksi Nyata
Lalu, bagaimana teori AKHLAK dan core values bumn lainnya itu terwujud? Ini bukan soal menghafal, tapi soal perilaku. Mari kita lihat contoh konkretnya.
Ketika "Amanah" dan "Loyal" Diuji di Daerah Terpencil
Bayangkan seorang teknisi PLN yang harus berjalan berkilo-k meter atau menyusuri sungai untuk memperbaiki jaringan listrik di sebuah desa kecil. Motivasi apa yang mendorongnya? Tentu saja tanggung jawab profesional, tapi lebih dari itu, ada rasa amanah terhadap masyarakat yang mempercayakan penerangan kepada PLN dan loyalitas pada misi negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Listrik bukan sekadar komoditas, tapi amanah untuk menyejahterakan.
Kolaborasi dan Harmoni dalam Proyek Strategis Nasional
Pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, atau pelabuhan seringkali melibatkan beberapa BUMN sekaligus. Di sinilah nilai kolaboratif dan harmonis diuji. Waskita Karya, Hutama Karya, dan BUMN konstruksi lainnya harus bisa bekerja sama, berbagi sumber daya, dan menyelesaikan konflik dengan elegan. Tanpa kolaborasi yang solid, proyek-proyek besar mustahil selesai tepat waktu.
Adaptif dan Kompeten di Tengah Disrupsi Digital
Lihatlah bagaimana Telkomsel atau Bank Mandiri bertransformasi di era digital. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan cara lama. Nilai adaptif mendorong mereka untuk berinovasi dengan aplikasi seperti MyTelkomsel atau Livin' by Mandiri. Sementara nilai kompeten memaksa mereka untuk terus melatih karyawan agar melek teknologi dan data. Core values menjadi pendorong inovasi, bukan penghalang.
Dua Sisi Mata Uang: Tantangan dan Kekuatan Internalisasi Core Values
Jalan menuju internalisasi core values bumn yang sempurna tentu tidak mulus. Ada dinamika menarik yang terjadi.
Di satu sisi, kekuatan utamanya terletak pada sense of purpose yang kuat. Banyak karyawan BUMN yang merasa pekerjaannya punya makna nasional. Mereka bukan hanya mencari nafkah, tapi juga berkontribusi pada bangsa. Ini membuat nilai-nilai seperti Loyal dan Amanah punya resonansi emosional yang dalam. Selain itu, struktur yang besar memungkinkan nilai-nilai ini disosialisasikan secara masif melalui pelatihan, acara internal, dan sistem reward & punishment.
Namun, tantangannya nyata. Budaya lama yang hierarkis dan birokratis kadang bertentangan dengan nilai Kolaboratif dan Adaptif. Perubahan mindset dari "fixed mindset" ke "growth mindset" butuh waktu dan konsistensi. Terkadang, ada kesan core values hanya menjadi slogan, belum sepenuhnya tercermin dalam proses pengambilan keputusan atau penilaian kinerja sehari-hari. Tantangan terbesar adalah memastikan bahwa nilai-nilai ini hidup dari level direksi hingga ke satuan kerja paling depan, tanpa terkecuali.
Mengapa Core Values BUMN Penting Bagi Kita Semua?
Mungkin kamu bertanya-tanya, "Saya kan bukan karyawan BUMN, urusan apa saya dengan ini?" Nah, ini poin pentingnya. Core values bumn itu penting bagi seluruh rakyat Indonesia karena beberapa alasan.
Pertama, sebagai pemilik bersama (karena BUMN dimiliki negara), kita berhak mengharapkan perusahaan-perusahaan ini dijalankan dengan prinsip yang baik, transparan, dan berintegritas. Core values adalah janji publik kepada kita.
Kedua, kualitas layanan publik yang kita terima sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai ini. Ketika kita mengurus dokumen di bank BUMN, berobat di rumah sakit BUMN, atau mengisi daya listrik, interaksi kita dengan karyawannya adalah cerminan langsung dari seberapa baik core values itu diinternalisasi. Pelayanan yang ramah, efisien, dan solutif adalah buah dari budaya perusahaan yang sehat.
Ketiga, BUMN adalah tulang punggung ekonomi. Jika BUMN dijalankan dengan nilai kompeten, adaptif, dan kolaboratif, maka kinerjanya akan baik, kontribusinya kepada negara (dalam bentuk dividen) akan besar, dan pada akhirnya uang itu akan kembali untuk membiayai pembangunan yang kita nikmati bersama.
Masa Depan Core Values BUMN: Menjadi Role Model Korporasi Indonesia
Ke depan, peran core values bumn akan semakin strategis. Di tengah isu Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mendunia, nilai-nilai seperti Amanah dan Harmonis bisa diterjemahkan ke dalam praktik bisnis berkelanjutan, peduli lingkungan, dan tanggung jawab sosial yang genuin.
BUMN memiliki potensi besar untuk tidak hanya menjadi leader dalam bisnis, tapi juga leader dalam budaya korporat. Dengan menginternalisasi core values secara total, BUMN bisa menjadi role model bagi perusahaan swasta nasional tentang bagaimana membangun bisnis yang tangguh sekaligus berkarakter dan berhati.
Pada akhirnya, core values bumn adalah tentang membangun kepercayaan. Kepercayaan pemerintah sebagai regulator, kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan, dan kepercayaan pasar sebagai mitra investasi. Ketika nilai-nilai ini hidup, BUMN tidak lagi sekadar "badan usaha", tapi benar-benar menjadi "alat negara" dan "kebanggaan bangsa" dalam arti yang sesungguhnya. Itulah kekuatan sejati dari DNA yang bernama core values.